Perkuat Swasembada: BRMP Buah Tropika Dampingi Pembentukan Brigade Pangan dan OPLAH di Tanah Datar
Kementerian Pertanian membentuk Brigade Pangan (BP) sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dan optimalisasi lahan pertanian guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. BRMP Buah Tropika sebagai penanggung jawab LTT terintegrasi di Kabupaten Tanah Datar terus melakukan koordinasi. Pada Kamis, 11 September 2025, Kepala BRMP Buah Tropika Yunimar, S.Si, M.Si bersama tim mengadakan rapat internal dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Polbangtan Malang, serta penyuluh pertanian. Rapat membahas rencana pembentukan BP, mekanisme pengawasan dan pelaporan, serta potensi kendala di lapangan. Ditargetkan akan terbentuk 15 BP dengan dukungan OPLAH seluas 3.000 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani, SP, M.Si menegaskan kesiapan pemerintah daerah mendukung seluruh program strategis menuju swasembada pangan. Kabid PSP dan Penyuluhan, Wel Embra, SP, menambahkan bahwa tahap pertama pembentukan BP sudah siap dimulai dengan lima BP yang telah memiliki kegiatan OPLAH berjalan. Sementara itu, Dr. Wahyu Windari, SPt, M.Sc dari Polbangtan Malang selaku PJ BP Tanah Datar memberikan apresiasi karena perencanaan di daerah ini dinilai matang dan cepat. Penyuluh pendamping BP nantinya akan ditunjuk dari kecamatan dan disarankan berusia di bawah 50 tahun sesuai juknis.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pembukaan rekening kelompok untuk kegiatan OPLAH Tahap II. Sebanyak 51 kelompok tani yang terdiri dari Ketua Kelompok, Ketua UPKK, dan Bendahara UPKK melengkapi persyaratan untuk pencairan dana, dengan cakupan lahan mencapai 1.325 hektar. Proses ini menjadi bagian penting agar kegiatan OPLAH tahap berikutnya bisa segera berjalan sesuai target.
Usai rapat, tim satgas melakukan kunjungan lapangan ke lokasi konstruksi OPLAH di Kelompok Tani Batunjam Nagari Andaleh Baruah Bukit serta Kelompok Tani Sawah Ripau Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang. Keduanya tengah membangun irigasi tersier masing-masing sepanjang 116 meter dan 110 meter yang akan mengairi sawah seluas 25 hektar. Kunjungan juga dilanjutkan ke Kelompok Tani Mandiri di Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, yang sedang melaksanakan SID OPLAH Tahap III bersama tim teknis Universitas Andalas. Yunimar berharap pembangunan irigasi ini dapat meningkatkan indeks pertanaman, mengingat sawah petani setempat sudah bera selama enam bulan akibat tidak adanya aliran air.